BLOG & VLOG

The latest news, advice and more....

Menggunakan Kamera dengan Mode Manual

Menggunakan Kamera dengan Mode Manual

Saat mulai belajar fotografi dan menggunakan kamera, kebanyakan orang biasanya akan menggunakan mode otomatis. Pada kamera DSLR, mode ini sering diberi label P, yang merupakan singakatan "Program". Mode ini akan membuat kamera mengatur eksposure secara keseluruhan, mulai dari iso, shutter speed, dan aperture.

Seiring berjalannya waktu dan pengetahuan tentang fotografi telah meningkat, seorang fotografer akan mulai mencoba dua mode semi-otomatis lainnya, yakni aperture priority dan  shutter speed priority. Kedua mode ini memberikankeleluasaan bagi fotografer untuk mengatur sendiri apeture dan shutter speed, sementara pengaturan lainnya diatur secara otomatis untuk mendapatkan eksposure terbaik.

Selain kedua mode tersebut, masih ada mode lainnya, yakni mode manual. Mode manual pada kamera memungkinkan fotografer menentukan sendiri eksposure dengan mengatur aperture dan shutter speed secara manual. Tentu saja, untuk dapat mendpatkan hasil gambar yang maksimal, seorang fotografer harus mengetahui tentang pencahayaan dan bagaimana pengaruh shutter speed dan aperture terhadap hasil gambar.

Dengn kata lain, penggunaan mode manual pada kamera bisa dibilang lebih sulit dan membutuhkan pengetahuan yang baik terhadap eksposure. Kendati demikian, menggunakan mode manual tidak akan membuat seorang foografer menjadi seorang pro. Banyak juga fotografer professional yang masih menggunakan mode otomatis atau semi-otomatis.

Seorang fotografer biasanya menggunakan mode manual saat keadaan pencahayaan tidak begitu ideal, sehingga menyerahkan pengaturan eksposure pada kamera ditakutkan tidak akan menghasilkan gambar yang bagus. Ini karena kamera juga memiliki kekurangan untuk menilai kondisi pencahayaan tertentu. 

Pada akhirnya kamera sendiri hanyalah alat. Oleh karena itu, seorang fotografer sangat wajib untuk memiliki ppengetahuan tentang eksposure, terlebih lagi saat menggunakan kamera dengan mode manual.

Secara sederhana, eksposure adalah tentang pengaturan iso, shutter speed, dan aperture, untuk menentukan seberapa banyak cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera digital. Dengan kata lain, eksposure sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yakni aperture, shutter speed, dan iso.

APERTURE

Aperture adalah bukaan di tengah lensa yang memungkinkan cahaya melewati lensa hingga sampai pada sensor. Besaran bukaan aperture diukur dengan satuan f/stop, misalnya  f/2.8 atau f/11. Semakin besar angkanya, maka semakin sempit bukaan aperture. Semakin sempit, mkan semakin sedikit pula cahaya yang bisa melewati lensa hingga sampai pada sensor.

SHUTTER SPEED
Semua kamera memiliki rana yang membuka dan menutup ketika tombol shutter ditekan. Membuka rana membuat sensor digital terkena cahaya, dan lamanya waktu rana terbuka, disebut kecepatan rana atau shutter speed. Seberapa besar kecepatan rana dinyatakan dalam ukuran sepersekian detik, misalnya, 1/1000 atau 1/125. Semakin besar angkanya, maka semakin cepat waktu rana terbuka. Semakin cepat waktu rana terbuka, maka semakin sedikit pula cahaya yang sampai pada sensor.

ISO
ISO adalah ukuran seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Sesitivitas sensor kamera dinyatakan dengan angka, seperti ISO 400. Semakin tinggi angkanya, semakin tinggi sensitivitasnya. Ketika kamera diatur ke pengaturan ISO yang lebih tinggi, makan sensor kamera dapat menangkap cahaya lebih banyak dalam watu singkat.

Pengetahuan tentang eksposure ini sangat penting, apalagi jika kamu menggunakan kamera dalam mode manual. Kendati demikian, tidak salah juga untuk mengetahui tentang eksposure, meski kamu lebih sering menggunakan mode otomatis atau semi-otomatis, daripada manual.